Khaled Yousef, Rania Abushamala
28 September 2026•Update: 28 September 2026
Ratusan warga Israel menggelar demonstrasi menentang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di pusat Tel Aviv pada Minggu menyusul laporan bahwa ia telah menerima sejumlah peringatan sebelum serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Para demonstran berkumpul di Lapangan Habima dan mengkritik Netanyahu karena dinilai gagal menindaklanjuti peringatan tersebut, menurut harian Israel Haaretz.
Sebagian demonstran juga menyindir bantahan Netanyahu dengan meneriakkan, “Semua orang berbohong, hanya Anda yang berkata benar.”
Dalam pernyataan bersama, keluarga warga yang tewas atau ditawan dalam serangan 7 Oktober menuding kepemimpinan politik Israel berupaya menutupi tanggung jawabnya atas serangan tersebut.
“Peringatan demi peringatan, tetapi setiap kali kami mendengar jawaban yang sama: ‘Saya tidak tahu’,” kata Einav Zangauker, ibu dari mantan sandera Matan Zangauker, kepada massa.
Berbicara kepada Netanyahu, dia mengatakan, “Semua orang berbohong, dan hanya Anda yang berkata benar?”
Demonstrasi tersebut digelar setelah laporan Haaretz dan The New York Times menyebut Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan telah memperingatkan Netanyahu mengenai operasi besar Hamas sebelum 7 Oktober.
Majalah The Atlantic juga melaporkan bahwa Mesir telah memperingatkan Israel bahwa Hamas tampaknya sedang mempersiapkan serangan besar.
Kantor Netanyahu membantah bahwa perdana menteri Israel itu menerima peringatan dari UEA maupun Mesir.
Sementara itu, seorang sumber pejabat UEA mengatakan kepada surat kabar The National yang berbasis di Abu Dhabi bahwa negara tersebut membahas masalah keamanan semacam itu dengan negara lain melalui lembaga terkait, bukan pada tingkat pemimpin negara.