Pizaro Gozali İdrus
01 April 2019•Update: 02 April 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Malaysia dan China hampir merampungkan negosiasi proyek kereta api cepat East Coast Rail Link (ECRL), lansir The Star pada Minggu.
Daim Zainuddin, yang akan memimpin delegasi Malaysia ke China, mengatakan tim dari kedua negara telah berupaya menyelesaikan masalah kecil yang tersisa untuk mencapai kesepakatan.
“Mereka sangat pengertian. Ini adalah cara Anda mendekati mereka dan mereka memahami masalah kami,” ujar Daim.
"Jadi, mari kita duduk dan bicara," kata Daim.
Daim mengatakan dia telah berhubungan dengan pihak-pihak terkait di China dan kedua negara telah mencapai keputusan untuk menyelesaikan perjanjian.
Proyek ECRL telah dihentikan sejak 3 Juli 2018. Jalur rel sepanjang 688 km akan menghubungkan Port Klang di Selangor dengan Pengkalan Kubor di Kelantan.
Malaysia dan China berencana membangun jalur ini dalam dua fase.
Daim mengatakan akan memberi tahu Perdana Menteri Mahathir Mohamad tentang perkembangan ECRL dan akan menuju ke Cina bulan depan.
Menurut Daim, kunjungan ini adalah perjalanan yang penting sehingga setiap gesekan antara kedua negara dapat diselesaikan dengan mudah mengingat sejarah panjang kedua negara.
“Kami mengenal mereka dan memiliki sejarah ikatan yang panjang. Kami adalah negara pertama di ASEAN yang menjalin hubungan dengan China,” kata Daim.
“Saat itu mereka miskin dan membutuhkan bantuan kami. Tetapi sekarang, mereka adalah negara ekonomi terbesar kedua dan segera akan menjadi yang pertama,” tambah Daim.